Bagaimana Iran Lancarkan Serangan Siber ke HP Tentara AS di Timteng?

Jakarta, Experience Coder Indonesia

—

Iran

turut melancarkan

serangan siber

dengan menargetkan HP tentara Amerika Serikat di kawasan. Teheran memakai strategi ini untuk melacak posisi personel AS di Timur Tengah.

Mobile Surveillance Monitor, lembaga riset yang fokus pada spionase seluler, mengungkap bahwa lonjakan permintaan data lokasi perangkat di wilayah tersebut mulai terdeteksi sejak AS-Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu.

Sinyal-sinyal tersebut dikirim menggunakan protokol SS7, dengan memanfaatkan celah keamanan pada teknologi telekomunikasi jadul era 1970-an yang tingkat keamanannya rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gary Miller, pendiri Mobile Surveillance Monitor, mengatakan bahwa data tersebut mengindikasikan kampanye serangan yang terkoordinasi. Menurutnya, puluhan ribu militer AS yang ditempatkan di berbagai negara di Timur Tengah menjadi target serangan siber ini.

Menurutnya, sasaran dari sinyal-sinyal ini kemungkinan besar adalah jaringan lokal yang sesekali digunakan oleh para personel militer AS.

Nikita Shah, peneliti keamanan siber di Center for Strategic and Internasional Studies (CSIS), menyampaikan bahwa perkembangan ini menandakan peningkatan kecanggihan Iran dan berkembang menjadi ancaman serius.

“Dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama konflik ini, Iran menjadi sangat kreatif. Bagi saya, ini menunjukkan peningkatan tingkat kecanggihan,” jelas Shah, melansir

The Times of Israel

, Kamis (16/7).

Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) juga sempat mengungkap kehebatan Iran dalam melancarkan serangan siber. Pada April lalu, mereka menyatakan bahwa serangan siber Iran yang menyasar layanan pemerintah serta sistem air dan energi mengakibatkan gangguan operasional dan kerugian finansial.

Selain itu, pada Maret lalu, kelompok peretas yang terafiliasi dengan Iran mengeklaim bahwa mereka telah membobol email pribadi Direktur FBI Kash Patel dan menyebarkan foto-foto sang direktur serta dokumen lainnya ke internet.

Kelompok hacker yang menamakan diri mereka Handala itu juga mengeklaim bahwa mereka berhasil meretas drone milik FBI dan mengancam akan menyasar gelaran Piala Dunia 2026.

Respons AS

Saat dimintai ketrrangan mengenai hal ini, juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) enggan membeberkan rincian terkait langkah-langkah pertahanan yang diambil untuk melindungi personel mereka dari aktivitas pelacakan ponsel oleh Iran.

Kendati begitu, seorang pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada Financial Times bahwa klaim yang menyebut data pelacakan tersebut berdampak signifikan terhadap keberhasilan Iran dalam menargetkan personel militer AS tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

April lalu, CENTCOM melaporkan kepada kongres bahwa mereka menerima berbagai laporan ancaman terkait eksploitasi data lokasi komersial oleh pihak musuh untuk menargetkan atau mengawasi personel AS.

Sebulan kemudian, lebih dari belasan anggota kongres melayangkan surat kepada Departemen Pertahanan. Surat itu menyuarakan kekhawatiran bahwa militer AS belum bertindak optimal dalam melindungi anggotanya dari ancaman siber selama perang berlangsung.

(dmi)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Experience Coder]

Baca lagi: Dasco Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Baca lagi: FOTO: Fenomena Dads Do Hair, Kala Ayah Mengepang Rambut Si Kecil

Baca lagi: Komdigi: 6,8 Juta Nomor HP Registrasi Biometrik Rekam Wajah

43 Responses

  1. Penjelasan di atas ringkas tapi padat banget isinya, gampang dipahami. Makasih sharingnya min. Kebetulan saya sempet nemu ulasan sejenis yang gak kalah informatif di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297009130_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320349586_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297410398_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320264457_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320487172_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296906085_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320151294_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320544624_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320458514_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320066133_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320431375_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320674287_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297442438_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296993296_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297628871_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297319500_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320208618_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320022185_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320638528_htm
    https://www.thedailybeast.com/persian-new-year-celebration-with-author-azar-nafisi/
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320658307_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297109599_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320711542_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297288366_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320242194_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297440935_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296971065_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297453389_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297641709_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297332330_htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: